Senin, 18 Januari 2010

Revolusi Digital 08: Kelihaian Si Nerd, Bill Gates

Produk Microsoft umumnya tiruan, tapi sukses!

Pada 1982, Bill Gates—yang saat itu berusia 27 tahun–merasa takut. Sebagai Presiden Microsoft (perusahaan perangkat lunak pembuat DOS dan bahasa program BASIC), ia cemas akan tertinggal justru ketika persaingan baru dimulai. Kekhawatiran Gates sungguh beralasan. Waktu itu, Apple memiliki dua buah komputer berorientasi grafik yang belum diluncurkan: Lisa dan Macintosh. Lotus, saingan Microsoft, siap menjadi perusahaan pembuat software terbesar berkat Lotus 1-2-3 (sebuah tabel berlajur untuk IBM PC). Lalu, COMPAQ baru saja meluncurkan komputer kompatibel PC versi mereka. Di antara para pendatang baru, Microsoft tampak paling lemah.

Namun begitu, semua ini segera berubah. Penampilan Gates yang tampak muda dan lugu sungguh tak sesuai dengan sifatnya yang “kejam” dalam bersaing. Rambutnya lurus tidak rapi. Ketombe mengikutinya kemana-mana. Kacamatanya yang berbingkai plastik sering kotor. Singkat kata, ia bukanlah pengusaha yang mulai berkembang di era persaingan bisnis komputer.

Anak Orang Kaya

Gates sebenarnya anak kaya. Neneknya mewariskan uang satu juta dollar dan ayahnya membelikan rumah pertamanya seharga $900.000. Ia tak perlu memikirkan penghasilan. Karena itu, Gates memandang bisnis sebagai permainan, sebuah perang intelektual dan kemampuan. Ia bertekad keluar sebagai pemenang.

Guna memenangkan pertarungan, Gates tampaknya tak mementingkan orisinalitas. Keberhasilan jauh lebih penting. Ia pun menggunakan strategi “meniru” (membuat program baru yang mempunyai fungsi sama dengan program yang sudah ada).

Sistem operasi DOS untuk komputer IBM PC pada dasarnya meniru sistem operasi CM/P buatan Digital Research Incorporated (DRI). Itulah sebabnya mengapa Gary Kildall, bos DRI, berencana memuntut Gates. Tapi, ketika mereka bertemu, Kildall berubah pikiran. Ia tak mau citranya menjadi buruk karena bersengketa dengan anak ingusan. Tanpa disadari, ia menjadi korban pertama frasa “You’ve been Gates’d” yang berarti “Anda baru saja diakali Gates”.

Peniruan yang benar-benar melambungkan Microsoft adalah apa yang dilakukannya terhadap Apple. Sama-sama muda, cemerlang, dan suka bersaing; adu cerdik antara Gates dan Steve Jobs (bos Apple) boleh dikata fenomenal.

Saat berkunjung ke Cupertino, California, untuk meeting pembuatan software bagi Apple, Gates dibuat terpesona oleh rancangan terbaru Apple. Ia menemukan grafik hitam putih yang canggih pada layar prototipe komputer Macintosh. Tanpa berpikir panjang, Gates setuju Microsoft menjadi pembuat program aplikasi bagi Apple. Jobs tentu senang, apalagi ia berhasil mendapatkan harga murah. (Ia tak menyadari telah membiarkan musang masuk halamannya.)

Kelahiran Windows

Untuk bisa membuat program, Microsoft diberi satu buah prototipe Mac. Sekembalinya ke Seattle, pasukan Microsoft segera menempatkan prototipe Mac dalam ruangan terkunci. Alat itu dipreteli dan diotak-atik oleh sebuah tim khusus. Pelan-pelan Microsoft mulai menggenggam teknologi yang akan menjadi sebuah lompatan besar, yakni graphical user interface (GUI). Teknologi tersebut adalah sebuah aplikasi dimana grafik (bukan perintah teks seperti sebelumnya) dijadikan media interaksi antara pengguna dengan komputer. Dari sini, lahirlah Microsoft Windows.

Windows buatan Microsoft sebenarnya tak secanggih apa yang ditampilkan Macintosh. Tapi, karena ia dipasangkan pada komputer kompatibel PC, Microsoft segera menguasai pasar dunia. Apapun merek sebuah komputer–kecuali Apple—Microsoft Windows ada di dalamnya. Bill Gates pun meraih kejayaan dan kekayaan.

Tantangan berikutnya adalah internet. Kali ini, Gates menelikung perusahaan kecil, Nestcape. Microsoft meluncurkan program aplikasi Internet Explorer (IE) yang mirip dengan Nestcape. Tetapi, Microsoft membagikan IE secara gratis dalam paket Windows. Nestcape tentunya tak tinggal diam. Pemerintah Amerika Serikat pun turun tangan meneliti praktek persaingan tidak fair yang dilakukan Microsoft. Jawaban Gates dapat diraba. Ini sebuah permainan. Tak ada kata selain bertarung.

Layang-layang Sebagai Pembangkit Listrik

Layang-layang memang hanya mainan. Tapi jangan remehkan, sebab di masa depan mainan ini justru akan jadi pembangkit energi. Saat angin bertiup kencang dan layang-layang dikaitkan ke generator, maka kita bisa menikmati listriknya.

“Ini lebih sederhana dari turbin angin yang membutuhkan begitu banyak materi,” jelas pakar energi Moritz Diehl dari Catholic University di Leuven, Belgia. “Dengan menghemat materi, artinya lebih ekonomis.” Biaya yang diperlukan membuat pembangkit listrik dari layang-layang hanya seperempat dari kincir angin.

Hemat Biaya

Faktor utama dalam memanfaatkan angin sebagai energi adalah mengetahui apakah tekanannya akan memperkuat kecepatan objek yang bergerak relatif bersamanya. Untuk alasan ini, kincir angin memang menghasilkan tekanan lebih kuat, yakni 8-10 kali lipat kecepatan angin.

Sedangkan layang-layang mampu menghasilkan energi yang sama kuat dengan tekanan angin jika tidak didukung struktur khusus. Ini disebabkan layang-layang memancarkan tekanan melalui jalurnya langsung. Kecepatan itu juga sangat tergantung pada kecepatan angin. Diehl bersama timnya telah melakukan pemodelan pembangkit listrik tenaga layang-layang dan terbukti pembangkit ini cukup andal

Dengan terus menerus memompa sebuah layangan, Diehl dan kawan-kawannya berhasil menghasilkan listrik sebesar 5 megawat dari layangan seluas 500 meter persegi dengan panjang tali 1,3 kilometer. Selain hemat biaya, menurut Dhiel, layangan bisa menjangkau ketinggian lebih tinggi daripada kincir angin. Makin tinggi lokasinya, makin besar pula tekanan anginnya dan makin besar energi yang dihasilkan.

Kendala

Sementara itu tim ilmuwan dari Delft University of Technology di Belanda juga menciptakan ide serupa. Hanya mereka menerbangkan sejumlah besar layang-layang sekaligus dalam satu jalur seluas 10 kilometer di angkasa. Sistem ini sama kinerjanya dengan roda air. Sistem yang dinamakan Laddermill ini mampu menghasilkan listrik sebesar 100 megawat.

Semua ide tersebut memang cukup cemerlang, hanya tak semudah itu untuk mengomerslkannya. Masih ada beberapa kelemahan, seperti layang-layang bersifat tidak stabil. “Layang-layangnya kelamaan akan berukuran tambah besar dan banyak, dan bisa menelurkan masalah kebutuhan materi dan daya tahan,” komentar Bernhard Hoffschmidt dari Solar-Institute Jülich di Aachen University in Germany.

Empat Kekuatan Fundamental

solar-sys786328762Sejak dahulu kala manusia selalu ingin mengetahui apa saja yang membentuk alam semesta, dari materi sampai dengan energi. Hingga kini para ilmuan meyakini ada empat energi fundamental yang membentuk alam semesta yaitu Gravitasi, Gelombang Elektromagnetik, Energi Inti Kuat dan Energi Inti Lemah.

Gravitasi
Suatu ketika seseorang melihat sebuah apel jatuh dari pohonnya, ya dia adalah Sir Isaac Newton. Beliau mengemukakan bahwa gravitasi adalah sebuah (gaya) kekuatan universal yang ada di seuruh alam semesta, beliau juga mengatakan lewat hukumnya “sebuah benda akan terus bergerak jika tidak ada gaya yang mempengaruhi benda tersebut”. Coba bayangkan anda berada diruang hampa dan tanpa gravitasi, lalu anda melempar bola kedepan anda, maka bola tersebut akan terus menerus bergerak kedepan anda sampai ada gaya yang menghentikannya. Dia juga mengatakan bahwa gravitasi dipengaruhi oleh massa dan jarak, itulah sebabnya jika kita semakin jauh dari bumi maka lama kelamaan kita akan “kurus”. Walaupun demikian hukum-hukum newton tidak berlaku jika berhubungan dengan sesuatu yang lebih kecil, contohnya atom. Kemudian Albert Einstein mengemukakan bahwa gravitasi adalah konsekuensi dari melengkungnya ruang dan waktu, meskipun hukum gravitasi Einstein lebih akurat tetapi hanya sedikit orang yang benar-benar memahaminya, jadi hukum newtonlah yang banyak dipakai. Meskipun terlihat besar, gravitasi adalah kekuatan terkecil dibanding dengan ketiga kekuatan lainnya.

Gelombang Elektromagnetik
Pernahkah anda berfikir kenapa kita bisa menonton televisi? Ya, itu berkat gelombang elektromagnetik. Bukan hanya televisi tetapi juga ponsel, internet, cahaya, sinar x, dan masih banyak lagi, Itu semua merupakan perwujudan dari gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik (GE) adalah sebuah kombinasi dari Medan Listrik dan Medan Magnet. Faraday mengatakan bahwa disekitar kawat berarus listrik terdapat Medan Magnet, kemudian Maxwell mengembangkan hukumnya dan menemukan bahwa medan magnet dan medan listrik saling berhubungan.

Sebenarnya GE dibangun dari dua buah hukum yang terlihat sangat sederhana yaitu, “jika ada medan listrik yang berubah-ubah maka akan timbul medan magnet” dan “jika ada medan magnet maka timbul medan listrik”. Jadi jika ada sebuah Kawat telanjang dengan arus yang berubah-ubah maka akan terjadi magnet,listrik,magnet,listrik,magnet,listrik,dst kesegala arah dengan kecepatan cahaya. Frekuensinyalah yang membuat perwujudan GE ini berbeda contoh cahaya berada direntang frekuensi 3.95×1014-7.7×1014 Hz.

Energi Inti Kuat
Siapa yang tidak mengenal rumus E=MC2? Hampir semua orang mengenal rumus ini!! Sebenarnya rumus ini telah salah tulis, rumus yang sebenarnya adalah E=∆MC2. Atom terdiri dari inti dan elektron, lalu inti dibagi lagi menjadi proton dan neutron. Elektron bermuatan negatif, proton bermuatan positif, dan neutron tidak bermuatan(netral). Jika kita menghitung berat atom dengan utuh maka kita akan mendapatkan “sebagai contoh 4 gram”, tetapi jika kita menghitung berat elektron, proton, dan neutron satu-satu, anehnya kita mendapatkan berat masing-masing 1 gram. Ada perbedaan masa 1 garm, perbedaan inilah yang membentuk ∆M pada rumus E=∆MC2.

Seperti yang kita ketahui jika ada dua muatan yang sama akan saling tolak menolak, tapi pada kasus atom uranium dan plutonium yang memiliki lebih dari satu proton, anehnya walaupun proton-proton ini bermuatan sama tapi mereka malah menyatu bukan tolak menolak! Einstein berfikir bahwa Pasti ada suatu kekuatan yang lebih kuat dibandingkan dengan energi muatan tersebut, ya ini adalah energi ikat inti atau energi inti kuat atau biasa disebut “energi nuklir”. Energi ini berasal dari perbedaan masa tadi. Jadi E=1gx(3×108)2. Sebuah energi yang sangat besar.

Energi Inti Lemah
Peluruhan zat radio aktif merupakan salah satu wujud energi inti lemah. Sebagai contoh limbah nuklir akan terus mengeluarkan zat radio aktif selama beberapa tahun dikarenakan ketidakstabilan atom yang baru saja membentuk zat baru, akhirnya zat limbah tersebut melepaskan partikel-pertikel penyusunnya dalam wujud sinar gama. alpha, maupun beta. Energi ini merupakan salah satu yang berbahaya untuk kesahatan mabusia

Sains, Spirit Komunitas, dan Secangkir Kopi

Satu misteri “sains” yang belum terpecahkan hingga kini. Mengapa begitu sulitnya membuat orang awam menerima sains? Kata sains sendiri sudah menjadi momok mengerikan bagi mayoritas publik kita. Ada satu solusi yang bisa dicoba, membangun komunitas yang kompak untuk mempopulerkan sains. Bahkan bisa sambil meneguk secangkir kopi.

Semua berawal dari sebuah diskusi ringan di email. Seorang jurnalis, seorang mahasiswa pra-PhD di Skotlandia , dan seorang dosen bioinformatika Universitas Indonesia (UI) . Saat itu kami belum pernah bertatap muka, murni dipertemukan di dunia maya. Kami adalah kontributor dan penggagas sejumlah tulisan di web Netsains. Mulai dari obrolan santai tentang jajanan pinggir jalan sampai ke filsafat berat ala Dawkins, politik, dan lebih luas lagi. Karena sevisi, akhirnya kami berusaha bersama mewujudkan cita-cita kami itu. “Cita-cita yang besar tidak mungkin diwujudkan seorang diri, harus melibatkan banyak pihak yang sevisi,” lontar salah satu dari kami.

Komunitas

Maka Netsains.com yang semula “hanya” sebuah media online sains dan teknologi popular, coba dibumikan dengan menggulirkan gerakan lain. Networking of Indonesian Scientist, itu jika dicari-cari akronim dari Netsains. Gayung pun bersambut saat kami membuat milis Netsains, http://tech.groups.yahoo.com/group/netsains/. Bahkan tak lama kemudian kami langsung copy darat dan mengadakan jalan-jalan ke Boscha. Memang sampai saat ini kami masih mencari-cari bentuk komunitas macam apa yang paling pas buat kami yang begaian besar adalah kontributor situs sains dan popular Netsains ini.

Yang jelas Netsainers, begitu kami menyebut diri kami, sebagian besar adalah ilmuwan, jurnalis, pengajar, praktisi Teknologi Informasi. Kami tersebar di beberapa kota dan negara seperti Indonesia, Skotlandia, Jerman, Singapura, Jepang, Belanda dan banyak lagi. Mayoritas kami berusia relatif muda atau setidaknya berjiwa muda. “Muda tidaknya orang itu ditentukan dari semangatnya memperbaiki sekitar, bukan dari usia. Walau usianya masih muda kalau kerjanya hanya duduk-duduk santai saja tanpa melakukan apa-apa, maka dia tergolong tua,” ungkap Yockie Suryo Prayogo , mantan keyboardis God Bless yang suka ngeblog dan ikut mendukung Netsains.

Walau komunitas ini masih cair, setidaknya kami memiliki visi yang sama. Sebuah komunitas yang ingin membantu perbaikan kondisi sekitar ke arah yang lebih baik dengan sains dan teknologi. Terlalu mulukkah? Setidaknya dengan sharing pengalaman mengapa kami tertarik pada bidang ini ke teman-teman, kita bisa membukakan mata tentang pentingnya knowledge based society, masyarakat berbasis pengetahuan. Andai saja pola pikir masyarakat kita selalu berbasis pengetahuan, mengambil keputusan berdasar pengetahuan, bukan atas emosi, tidak mustahil kita bisa bersama memperbaiki diri.

Secangkir Kopi

Kafe sains yang diilhami dari Cafe Scientifique merupakan salah satu langkah konkret yang bisa diwujudkan saat ini. Konsep ini digagas oleh sejumlah ilmuwan Inggris yang melakukan serentetan diskusi sains keseharian di sejumlah kafe-kafe. Kita bisa melakukannya di kafe mana saja, kapan saja, bersama siapa saja. Diskusi bisa berkembang menjadi debat sains yang boleh jadi menghasilkan suatu solusi dari problem yang kita hadapi di keseharian.

Bahkan di negara asalnya, konsep ini juga berkembang melibatkan anak sekolah yang diberinama Kafe Junior. Ini adalah sebah even dimana diskusi santai berbasis sains bisa dilakukan di luar aula akademik kampus atau ballroom hotel bintang lima agar bisa lebih terjangkau oleh publik. Bincang-bincang ringan ikwal problem keseharian seperti, “Kenapa anak sekolah lebih suka bolos main game online di Warnet daripada belajar?” atau “Kenapa guru memberi PR terlalu banyak?” bisa jadi langkah positif. Awalnya bisa cukup melibatkan ibu-ibu rumah tangga, anak sekolah itu sendiri, dan sejumlah akademisi. Kelamaan bisa mengundang pakar di bidangnya. Bayangkan saja, sesungguhnya pencerahan sains bisa didapat hanya seharga secangkir kopi di kafe terdekat rumah anda.

Intinya adalah, kami ingin semua orang Indonesia tanpa terkecuali menjadi melek sains, mencari solusi segala permasalahan berbasis sains, rasio, pengetahuan, bukan emosi, prasangka tak berguna, dan sejenisnya. Kami ingin mempopularisasikan bahwa segala problem dalam hidup ini bisa dicari jalan keluarnya dengan sains. Dan untuk ke arah itu tidak membutuhkan biaya mahal seperti yang diduga orang selama ini. Sains sendiri berdasar dari bahasa Latin “scientia” yang artinya pengetahuan. Definisi sains berdasar kamus Webster adalah pengetahuan yang dicapai melalui studi atau latihan. Definisi lain dari Merriam Webster adalah “status dimana kita mengetahui sesuatu dengan metode tertentu”. Memasak sendiri sudah merupakan aktivitas yang melibatkan sains. Bagaimana kompor gas bisa menyala? Bagaimana mengupas bawang merah tanpa perih di mata? Mengapa nasi membuat kita cepat kenyang? Itu adalah pertanyaan simpel seputar sains.

Program lain? Maaf saja, kita punya segudang ide untuk mempopularkan sains yang bisa saja tak akan cukup dituangkan di satu tulisan. Bagaimanapun juga ini hanya sebuah langkah awal. Kami dengan senang hati mengajak siapa saja bergabung mewujudkan ide-ide yang bercokol di kepala kita bersama. Demi Indonesia yang lebih baik.

Hipnotislah Pembaca Anda dengan Hypnotic Writing

Pernahkah Anda membaca buku atau artikel, yang membuat Anda seolah-olah lupa segalanya, dan sebaliknya asyik tenggelam dalam isi buku atau artikel itu? Jika Anda pernah mengalami hal yang demikian, kita katakan di sini bahwa isi buku atau artikel itu telah “menghipnotis” kita.

Dari sinil kita kenal cara penulisan yang dinamakan hypnotic writing, berdasarkan konsep yang diutarakan John Vitale dalam bukunya: Hypnotic Writing, How to Seduce and Persuade Customers with Only Your Words (Penerbit John Wiley & Sons, Inc, Hoboken, New Jersey, 2007).

Hipnotis yang dimaksud dalam hypnotic writing ini adalah segala sesuatu yang berhasil memancang atau menarik perhatian kita.

Sebuah film, buku, artikel, iklan, atau advertorial yang baik juga mampu bersifat seperti menghipnotis, yakni memikat perhatian pembaca dari awal sampai akhir tulisan.

Di sini kita tidak bicara tentang hipnotis yang memanipulasi pikiran, atau membuat orang tertidur dan kehilangan kesadaran, melainkan justru menghibur khalayak. Hipnotis ini tidak bersifat memaksa orang untuk melakukan hal-hal tertentu.

Contoh:

· Penampilan penyanyi Britney Spears di panggung itu “menghipnotis” penonton. Tetapi tak semua orang akan membeli kaset atau CD-nya.

· Kisah Harry Potter membuat seluruh dunia terpukau. Tetapi tak semua orang akan membeli bukunya.

Hypnotic writing adalah sebuah alat yang berguna dalam memasarkan produk atau jasa tertentu. Namun, ia tidak mengontrol orang dan tidak memberi kekuasaan pada siapapun untuk menyuruh khalayak melakukan hal-hal yang mustahil.

Dalam pemasaran (marketing), hypnotic writing akan memberi kita keunggulan tertentu dibandingkan para kompetitor. Tetapi, jika hypnotic writing itu digunakan untuk menjual produk-produk yang memang berkualitas buruk, hypnotic writing itu tak akan ada gunanya.

Definisi Hypnotic Writing

Hypnotic writing adalah penggunaan kata-kata yang secara sengaja ditujukan untuk mengarahkan orang ke suatu keadaan mental yang terfokus, di mana mereka terdorong atau terbujuk untuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.”

Hypnotic writing adalah sejenis “hipnotis dalam keadaan terbangun.” Pembaca tidak kehilangan perhatian, tetapi justru terfokus perhatiannya pada tulisan yang kita buat.

Singkatnya, esensi hypnotic writing bukanlah tentang manipulasi, tetapi tentang komunikasi. Yakni, bagaimana Anda dapat berkomunikasi secara lebih baik dengan para pelanggan, sehingga Anda dapat lebih baik pula dalam membujuk mereka untuk membeli produk dan jasa Anda.

Lantas, bagaimana strateginya untuk mempraktikkan hypnotic writing tersebut?
Lima langkah ke arah hypnotic writing:

  • Niat: Arahkan pikiran Anda.

Niat berarti menetapkan tujuan atsau hasil yang diharapkan dari tulisan tersebut. Buatlah serinci mungkin. Anda bukan sekadar ingin membuat tulisan buat iklan. Semua orang bisa membikin tulisan iklan. Tetapi Anda menginginkan tulisan iklan, yang berhasil menarik pembeli, sehingga terjual barang atau jasa sampai jumlah tertentu.

  • Riset: Isi pikiran Anda.

Riset berarti sebelum menulis, Anda harus mempelajari dan memahami betul barang/jasa yang akan Anda tulis. Anda tentu tak mungkin menulis iklan tentang mobil Toyota Avanza, sebelum Anda mengetahui spesifikasi Avanza tersebut, kelebihannya dibandingkan mobil merek lain sejenis, hal-hal baru yang tak terdapat di mobil merek lain, dan sebagainya. Anda perlu melihat mobil itu, merasakan bagaimana rasa ketika mengendarainya.

Tokoh periklanan ternama, David Ogilvy, pernah membuat satu kalimat iklan yang sangat legendaris, setelah membaca manual mobil yang Akan ia buat naskah iklannya. Yaitu: “At 60 miles an hour the loudest noise in this new Rolls-Royce comes from electrick clock.” Dahsyat, bukan?

  • Kreasi: Curahkan pikiran Anda.

Kreasi berarti produksi atau menghasilkan suatu produk (tulisan). John Vitale selalu menulis sebuah naskah secara cepat. Tetapi ingat, naskah itu baru draft pertama, bukan hasil final. Setelah menulis draft pertama itu, baru ia membaca ulang dan berusaha menyempurnakannya.

Ide dasarnya adalah Anda harus menjalankan dua fungsi, yakni sebagai penulis dan sebagai editor (penyunting). Kedua fungsi itu sama-sama diperlukan, tetapi Anda tak bisa menjalankan dua fungsi itu pada saat bersamaan. Jadi, Anda harus memisahkannya. Pertama, Anda berfungsi sebagai penulis dan mencipta tulisan. Sesudah itu, barulah Anda berfungsi sebagai editor yang mengoreksi dan merevisi tulisan itu.

  • Tulis ulang: Pertajam pikiran Anda.

Tulisan (draft) pertama, itu seumpama intan yang belum diasah. Jika dipaksakan untuk dijual, harganya masih murah. Untuk membuatnya menjadi bernilai tinggi, Anda harus mengasahnya, merevisinya, menyempurnakannya.

Penulis yang sehebat apapun tidak pernah menulis dengan sekali jadi. Sebuah tulisan bisa mengalami proses revisi atau perubahan di sana-sini, sampai akhirnya mencapai bentuk akhir yang betul-betul final. Jadi, sebenarnya tidak ada great writers. Yang ada adalah great rewriters. Cara terbaik adalah tulislah sampai betul-betul selesai. Kemudian, Anda baca dari awal dan revisi di sana-sini.

Lebih bagus lagi, jika Anda bisa menggunakan resep penulis cerita horror terkenal, Stephen King. Mintalah 10 orang lain (bukan anggota keluarga Anda) untuk membaca tulisan Anda dan memberi komentar. Lalu, Anda membuat sejumlah perbaikan setelah mendengar masukan mayoritas. Kalau 8 dari 10 orang yang dimintai komentar mengatakan, tulisan Anda sulit dimengerti, tampaknya tulisan Anda memang perlu diperbaiki. Tetapi jika cuma satu orang yang punya komentar berbeda, tak usah risau. Anda tentu tidak bisa memuaskan semua orang.

  • Menguji (testing): Latih pikiran Anda.

Menguji berarti mengakui bahwa Anda belum cukup cerdas untuk mengetahui semua keinginan orang lain. Anda tak bisa menebak-nebak. Jadi, buatlah tulisan terbaik, kemudian revisi, perbaiki dan sempurnakan. Lalu, serahkan pada pasar. Lihatlah, apakah tulisan iklan Anda berhasil menarik orang untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

Berkat adanya Internet, kita bisa menguji suatu tulisan dengan lebih mudah. Kirimkan e-mail ke sejumlah orang, buatlah situs web sendiri, atau pasang iklan di Google. Dari reaksi yang muncul, Anda bisa menguji tulisan Anda.

Tips

Selain lima langkah dalam strategi itu, ada sejumlah tip bagi mereka yang mau mempraktikkan hypnotic writing:

  • Tip I:

Untuk memperoleh efek “hipnotis,” sebuah tulisan perlu memasukkan aspek: punya makna, dapat dimengerti, dan emosional.

Contoh 1:
Sebuah iklan di majalah berbahasa Italia menawarkan alat masak untuk membuat pizza. Namun, karena Anda sama sekali tidak paham bahasa Italia, maka sebagus apapun narasi iklan itu dibuat, tidak akan ada pengaruhnya bagi Anda.

Contoh 2:
Artikel di sebuah majalah psikologi, yang ditulis dengan gaya bahasa yang “datar,” berbunyi kira-kira begini: “Emosi itu sangat penting untuk disalurkan. Jika kita menahan emosi, hal itu bisa berdampak buruk bagi kita.” Meskipun kalimat ini mudah dipahami, pilihan kata yang digunakan kurang menyentuh emosi pembaca.

Bandingkan dengan narasi seperti di bawah ini, yang dengan sengaja mencoba menyentil sisi emosional pembaca: “Meredam emosi itu seperti membuat bom. Jika Anda mengubur emosi, itu seperti menekan bom yang siap meledak.”

Terasa betul bedanya, bukan?

  • Tip II:

Hypnotic writing harus berfokus pada ego dan kepentingan si pembaca, bukan pada ego dan kepentingan si penulis sendiri. Kecuali kalau Anda cuma mau menulis buku harian untuk dibaca sendiri.

Contoh :

Seorang pengusaha, katakanlah bernama Benny, mengirim surat atau tawaran kerjasama bisnis kepada Anda. Isinya menyebutkan, ia sedang mengalami kesulitan keuangan. Ia sangat membutuhkan terwujudnya kerjasama bisnis itu, untuk memperbaiki kondisi keuangannya. Tapi dalam surat itu, Benny sama sekali tidak menyebut-nyebut prospek keuntungan bisnis yang akan Anda peroleh.

Lantas apa reaksi Anda? Tentu saja tawaran Benny itu menjadi sangat tidak menarik. Si penulis surat itu terlalu asyik dan terfokus pada ego dan kepentingannya sendiri, dan melupakan kepentingan orang yang dikirimi surat, yaitu Anda. “Ya, saya paham bahwa saudara Benny memang sedang susah. Tetapi saya juga punya masalah saya sendiri. Jadi, silahkan cari saja orang lain yang mau diajak bekerjasama bisnis dengan saudara Benny.” Begitulah kira-kira reaksi Anda.

  • Tip III:

Jangan terobsesi dengan kesempurnaan. Banyak kasus di mana seorang penulis baru menulis satu paragraf. Kemudian, ia langsung menilai isi paragraf itu tidak menarik. Paragraf itu dihapus, dan kemudian ia mulai menulis lagi dari awal. Dan, setiap ia merasa tulisan yang baru separuh atau sepersepuluh jadi itu tidak bagus, langsung saja tulisan itu ia buang ke keranjang sampah!

Dengan cara demikian, tulisannya tentu saja tak pernah selesai tuntas. Maka, tulislah sampai tuntas, dan baru kemudian Anda merevisi, memperbaiki, dan menyempurnakan.

  • Tip IV:

Berilah suatu pilihan pada pembaca, tetapi pilihan itu harus bersifat win-win bagi Anda dan pembaca. Pilihan untuk membeli atau tidak membeli, bukanlah pilihan yang baik (kalau pembaca tidak membeli, berarti kerja Anda sia-sia).

Berilah pilihan seperti: “Apakah Anda ingin membeli televisi Samsung ini sekarang atau nanti?” (Apakah pembaca membeli sekarang atau nanti, dia tetap membeli produk Anda). Pilihan ini berimplikasi bahwa si pembaca memang menginginkan produk tersebut, terlepas apakah dia akan membeli sekarang atau nanti.

  • Tip V:

Ketika Anda menulis sebuah naskah iklan, mungkin Anda perlu mengubah persepsi pembaca agar mereka terbujuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan. Ini bukan berarti Anda harus membuat penyataan bohong atau mengecoh pembaca. Itu tidak etis dan melanggar hukum. Anda bisa mengubah persepsi pembaca tanpa perlu berbohong. Tetapi ini tergantung pada bagaimana cara Anda menggambarkan produk yang mau ditawarkan.

Ada beberapa cara:

Pertama, dengan membuat perbandingan. Teknik ini disebut kontras (contrast). Misalnya, jika produk yang Anda tawarkan itu cukup mahal, buatlah agar harga itu seolah-olah kecil dengan membandingkan pada sesuatu yang lebih mahal. Penjual properti kadang-kadang mengeksploitasi efek kontras ini, dengan menunjukkan daftar harga sejumlah properti lain yang harganya berlebihan (overpriced), sebelum akhirnya menunjukkan harga properti yang betul-betul mau ditawarkan.

Kedua, dengan mengasosiasikan produk itu dengan sesuatu yang bernilai tinggi. Biarkan pembaca membayangkan dirinya dengan produk tersebut.

Kalau Anda menyatakan, Ariel Peterpan memiliki sedan Toyota Yaris berwarna merah, kenyataannya memang demikian. Anda tidak berbohong atau mengecoh pembaca. Tetapi, pembaca akan membayangkan, kalau mereka mengendarai Toyota Yaris berarti mereka sama seperti Ariel Peterpan, seorang artis kelas atas, atau minimal selera mereka sama dengan selera Ariel Peterpan.

Bayangkan kalau Anda mengatakan bahwa warna Toyota Yaris itu mirip warna pispot! Pispot berasosiasi dengan sesuatu yang jorok, kotor, dan memualkan. Tak akan ada pembaca yang berpikir untuk membeli mobil yang warnanya seperti pispot!

Menyingkap Legenda Vampir Melalui Biokimia

Vampir kini kembali ngetren akibat film Twilight. Tahukah anda bahwa suatu penyakit genetik yang disebut porphyria boleh jadi merupakan pemicu munculnya mitos vampir? Porphyria adalah suatu kelainan berupa gangguan pada jalur pembentukan heme, suatu komponen dari hemoglobin yang berperan mengangkut oksigen dalam darah.

Anemia

Kebanyakan individu ini mengidap anemia karena mengalami gangguan sintesis heme (komponen pembentuk hemoglobin). Penyakit ini disebabkan oleh adanya ketidaksempurnaan dalam jalur pembentukan enzim dari glisin menjadi porfirin, menyebabkan over produksi porfirin yang dapat terkumpul di kulit, cairan tubuh, atau feses. Bentuk yang paling umum dari penyakit tersebut adalah acute intermittent porphyria. Kebanyakan individu yang terserang biasanya heterozigot dan biasanya tidak menimbulkan gejala spesifik karena satu single copy dari gen normal mampu menyediakan mekanisme biosintesis yang cukup untuk produksi enzim secara normal.

Istilah porphyria ini diambil dari bahasa Yunani, porphura yang berarti pigmen ungu, disebut demikian karena warna ungu yang muncul pada cairan tubuh pasien ketika terserang. Selain dapat diturunkan secara genetik, penyakit ini bisa dipicu oleh faktor lain seperti penggunaan obat-obatan tertentu, alkohol, kontrasepsi hormon, dan sebagainya. Pada kondisi lingkungan tertentu dan asupan nutrisi tertentu dapat terbentuk δ-aminolevulinate dan porphobilinogen yang menyebabkan gangguan abdominal akut dan disfungsi saraf.

Salah satu bentuk kelainan porphyria adalah dapat membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari, membuatnya rapuh dan mudah rusak. Karakteristik ini dimanfaatkan dalam penelitian pengobatan kanker dimana suatu obat yang diturunkan dari porphyrin disisipkan ke sel kanker, kemudian dipaparkan ke sinar, sehingga membuat melanoma kanker terbakar habis. Bentuk porphyria lain yang jarang terjadi, akan menghasilkan akumulasi uroporphyrinogen I, suatu isomer dari prekursor protoporphyrin. Zat ini menyebabkan urine berwarna merah, membuat gigi sangat mengkilat jika terkena sinar ultraviolet, dan membuat kulit abnormal jika terkena sinar matahari.

Vampir dan Porphyria

Boleh jadi kondisi genetik seperti inilah yang mengawali adanya mitos tentang vampir. Seseorang yang terkena penyakit ini, membutuhkan banyak darah karena dia mengidap anemia dan dia menghisap darah orang lain di malam hari karena pada siang hari kulitnya mungkin bisa melepuh apabila terkena sinar matahari.
Pada Januari 1964, makalah yang membahas porphyria dan etiologi manusia serigala diterbitkan di Proceedings of the Royal Society of Medicine. Lebih lanjut, pada tahun 1985, David Dolphin memublikasikan makalahnya yang berjudul “Porphyria, Vampires and Werewolves : The Aetiology of European Metamorphosis Legends”, yang kemudian menuai beragam kontroversi.

Antara lain karena meski penderita porphyria mendapat terapi injeksi heme, bagaimanapun darah yang diminum (seperti yang dilakukan oleh vampir) akan masuk ke sistem pencernaan dan diuraikan. Polemik lain berkembang yakni pada aspek-aspek seperti sensitifitas terhadap cahaya, dan alergi bawang putih yang ditengarai merupakan bagian-bagian yang ditambahkan oleh industri film pada legenda vampir itu sendiri.

Bagaimana pendapat Anda?

Lagi, Planet Baru di Luar Tata Surya


Dua astronom telah menangkap “penampakan” sekumpulan planet alien di luar sistem Tata Surya. Diduga planet tersebut berjaran triliunan mil dari bumi, tiga di antaranya mengorbit di bintang yang sama.

“Ini adalah langkah awal untuk memahami apakah ada planet lain mirip bumi dan apakah kita bisa hidup di sana,” komentar Bruce Macintosh dari Lawrence Livermore National Lab, salah satu astronom yang memotret foto tersebut.

Bersama timnya ia menggunakan dua buah teleskop, sedangkan tim lain menghasilkan foto dari teleskop ruang angkasa Hubble yang biasa menangkap gambar dari luar Tata Surya. Selama 13 tahun ini, ilmuwan telah menemuka lebih dari 300 planet di luar Tata Surya.

Studi Lanjutan

Menurut ilmuwan antariksa NASA, Ed Weiler, semua fioto-foto planet tersebut sangat penting. Dalam konferensi pers, Weiler mengatakan bahwa temuan ini melengkapi tujuan NASA dengan proyek teleskop Hubble-nya sejak tahun 1990/

Ilmuwan astronomi lain berpendapat bahwa temuan planet baru dari foto tersebut perlu dipelajari lebih lanjut, apakah betul itu planet baru atau hanya bintang biasa. im Hubble membandingkan foto itu dengan foto hasil jepretan Hubble di tahun 2006 dan 2004.