Selasa, 15 Desember 2009

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Menuntut Ketersediaan HPC

[Unpad.ac.id, 7/12] Globalisasi semakin lama semakin menuntut kemajuan dalam bidang teknologi, tak terkecuali dalam hal komputasi (computing). Perkembangan ilmu pengetahuan menuntut teknologi komputer untuk meningkatkan performanya dalam berbagai hal seperti dari kinerja(performance), penyimpanan (storage) dan ketersediaan yang tinggi (high availability). Salah satu jawabannya adalah komputasi dengan performa tinggi (High Performance Computing/HPC).

“Komputer dengan performa tinggi dapat memecahkan banyak masalah lebih cepat, lebih akurat dan lebih murah. Hal ini tidak hanya berlaku untuk bidang ilmu pengetahuan saja, tetapi juga berlaku untuk bidang industri dan pemerintahan,” jelas dosen Jurusan Fisika FMIPA Unpad, Dr. Irwan Ary Dharmawan M.Si., saat menjadi pembicara pada Workshop on High Performance Computing: From Design to Application. Acara ini diselenggarakan oleh Jurusan Fisika FMIPA Unpad bekerja sama dengan University of Kaiserslautern Jerman di Ruang Jurusan Fisika FMIPA Unpad di Jatinangor, Senin (7/12).

Menurut Ketua Jurusan Fisika FMIPA Unpad Dr. rer. nat. Ayi Bahtiar, workshop ini diselenggarakan sebagai bentuk implementasi MoU antara Unpad dengan University of Kaiserslautern dalam bidang ilmu murni, matematika dan teknologi. “Workshop ini juga diselenggarakan untuk menjalin komunikasi serta berbagi ilmu dan pengalaman dalam bidang komputasi ini dengan sesama peneliti,” jelas Dr. Ayi. Workshop diikuti tidak hanya peneliti dari Unpad saja, tapi tercatat juga dari UGM, ITB, BATAN, LIPI, Unika Atmajaya, Unibraw, Universitas Negeri Jember, Unsri, Institut Teknologi Telkom dan Utrecht University.

Dr. Irwan menyampaikan bahwa HPC ini telah banyak diaplikasikan di berbagai bidang, antara lain dalam hal perkiraan cuaca, desain industri, model astronomi, sumber data, dan lain-lain. “Saat ini, pengembangan HPC masih didominasi oleh negara Amerika Serikat, Jerman, Cina, Jepang, dan negara-negara maju lainnya. Di Indonesia baru beberapa institusi yang mengembangkan HPC ini, tapi keberadaannya masih tersebar di berbagai bagian, tidak terpusat,” jelas Dr. Irwan.

Menurut fisikawan dari University of Kaiserslautern Jerman, Gerolf Ziegenhain Dr. rer. nat, Dipl. Phys., yang hadir sebagai pembicara, HPC sangat dibutuhkan dalam hal akurasi. “Pada perhitungan-perhitungan dengan skala kecil, mungkin kita masih dapat menggunakan komputer biasa. Tapi, apabila sudah melibatkan algoritma yang rumit dan dalam skala besar, kita membutuhkan super computing untuk melakukannya,” jelas Gerolf.

Saat ini perusahaan di dunia yang mengaplikasikan HPC ini antara lain Google, IBM, HP, Cray. Menurut Gerolf, selain perusahaan tersebut, banyak kalangan industri yang menggunakannya untuk pengembangan dan riset produk mereka, kolaborasi dengan perusahaan lain dan interaksi dengan konsumennya seperti call center. Sedangkan di kalangan perguruan tinggi, HPC banyak digunakan untuk penelitian-penelitian. Di kalangan pemerintah, HPC digunakan untuk bagian infrastrukturnya.

Pada workshop ini, hadir pula pembicara lain, yaitu Dr. Yudi Rosandi yang mengangkat materi “HPC, Planning, usage and application”. Dalam workshop ini, peserta akan belajar bagaimana merancang dan menggunakan fasilitas komputer yang paralel. Dari mulai desain kluster dasar hingga konfigurasi yang lebih maju. Tidak hanya diberi pemaparan secara teoritis, tapi peserta workshop ini juga akan diberi pelatihan berupa praktek langsung di laboratorium komputer. (eh)*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar