Senin, 18 Januari 2010

Belajar Tabel Periodik Bersama Sang Keledai

Apa pendapat Anda tentang pelajaran kimia di sekolah? Pusing karena banyak hitungannya atau pusing karena banyak hafalannya. Atau kedua-duanya sekaligus? Apalagi belum lama ini telah ditemukan unsur baru (ununbium) yang menambah panjang deretan unsur dalam tabel periodik. Wah, bisa-bisa rambut keriting tatabel-periodik-unsur-di-alamnpa mesti di-rebonding untuk menghafalnya.

Tapi jangan khawatir dulu, karena ada teknik menghafal yang namanya ‘Jembatan Keledai’. Yakni suatu cara untuk mengingat atau menghafalkan sesuatu. Jembatan keledai dibuat dengan menambahkan kata atau suku kata pada susunan kata yang ingin dihafal sehingga terbentuk kalimat yang unik dan mudah diingat. Jembatan keledai dapat digunakan untuk mengingat daftar yang panjang dan sulit diingat jika hanya mengandalkan ingatan alami.

Contohnya adalah kalimat Haji Lina Kemarin Rabu Contes Frawan. Jika dicermati itu sebenarnya adalah versi jembatan keledai dari urutan unsur-unsur Hidrogen, Litium, Kalium, dan sebagainya (unsur kimia golongan IA) dalam tabel periodik, yang bisa juga dibuat menjadi HeLiNa Karo Robi Cs Fren. Ada banyak contoh lain untuk mengingat unsur-unsur kimia dalam satu golongan di sistem periodik, seperti Cumi Hangus Agak Pait Au (Cu Hg Ag Pt Au), Be Mangga Calik Sareng BaRa atau Besok Minggu Camat Suruh Bawa Radio atau Bemo Mogok Cari Sri Bawa Rantang (Be Mg Ca Sr Ba Ra). Orang Semarang Seneng Telur Polong, Heboh Negara Arab Krn Xerangan Rini (HeNeAr KriXeRan), Fuji Color Berwarna Item Amat (F Cl Br I At).

Meski tidak sepenuhnya benar, namun di masyarakat, seseorang dianggap ahli ketika mampu menghafal sesuatu. Apoteker misalnya dianggap mesti hafal semua merek obat yang beredar dan kandungannya.

Nah dengan teknik belajar Jembatan Keledai ini, menghafal dapat dilakukan lebih mudah dan efektif.
Jadi belajar tabel periodik, siapa takut?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar