Senin, 18 Januari 2010

Mari Kita Berbahasa Inggris!

Kompetensi Berbahasa Inggris adalah kewajiban mutlak untuk mendapatkan pekerjaan atau posisi penting di era global ini. Pada kesempatan sebelumnya, rekan Nico telah banyak membahas mengenai teknis pengajaran bahasa Inggris. Namun, dalam berbahasa juga diperlukan untuk ‘menjiwai’ dan ‘manunggal’ dengan bahasa tersebut. Bagaimana cara menjiwai bahasa inggris? Mari kita simak!

Pemahaman kultural adalah syarat berbahasa

Barangkali satu hal yang sebaiknya ditekankan, bahwa untuk dapat menjiwai suatu bahasa, diperlukan pemahaman kultur dari penutur bahasa tersebut. Dalam konteks bahasa Inggris, adalah ide sangat bagus supaya memahami juga kultur dan sejarah Inggris atau bangsa penutur bahasa Inggris (seperti Amerika Serikat). Jadilah anggota perpustakaan yang menyediakan literatur atau film mengenai sejarah dan kultur mereka. Tidak diperlukan pemahaman mendalam mengenai hal ini, namun cukup mengenai hal-hal yang populer saja. Contoh sederhana, Bangsa Inggris terkenal dengan ‘black humor’ mereka. Supaya lebih fasih berbahasa Inggris dan menjiwainya, ada baiknya menonton film mengenai hal itu. Lalu juga sejarah, mengapa akhirnya Amerika Serikat, yang awalnya salah satu koloni Inggris, akhirnya merdeka. Dari perspektif perbedaan sejarah kedua bangsa, kita bisa melihat, bahwa ‘British English’ dan ‘American English’ adalah dua dialek yang sangat berbeda. Dengan menjiwai sejarah dan kultur suatu bangsa, maka itu adalah pintu gerbang menuju penguasaan bahasa mereka.

Menjaga kemurnian bahasa ibu

Percayalah, mencampur aduk bahasa Inggris dengan bahasa ibu kita, bukanlah solusi yang baik untuk meningkatkan kompetensi berbahasa. Dalam hal ini, kita harus berkaca dengan Belanda dan Swedia. Kedua bangsa tersebut, merupakan penutur bahasa Inggris yang hebat. Selain mampu berbahasa Inggris, kita dapat juga dapat menemui orang Belanda atau Swedia yang dapat berbahasa Jerman atau Perancis. Namun, kedua bangsa tersebut terkenal sangat ketat menjaga kemurnian bahasa ibu mereka. Jika berbicara, mereka cenderung menghindari pencampuran dengan bahasa lain. Bahkan, jika bertemu dengan orang asing, mereka cenderung lebih suka berbicara dengan bahasa Inggris, dalam rangka menghidari pencampuran tersebut. Tetap, berbahasa yang paling ‘keren’ bukanlah mencampurkan bahasa inggris dengan bahasa indonesia, namun menjaga kemurnian bahasa indonesia, sambil sempurna berbahasa Inggris. Jika ingin menggunakan kata-kata dari bahasa Inggris, sebisa mungkin gunakan kaidah serapan EYD. Kamus Besar Bahasa Indonesia di http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php memuat banyak kata serapan dalam bahasa Inggris, namun kata-kata tersebut telah disesuaikan dengan kaidah EYD. Salah satu contoh adalah kata ‘assumption’, yang menjadi asumsi.

Sering berinteraksi dengan bangsa asing

Dapat juga kita melatih bahasa Inggris dengan bangsa sendiri. Namun masalahnya, jika kita mulai tidak paham dalam mengucapkan kalimat tertentu, kita akan mudah menggunakan bahasa indonesia lagi. Dalam rangka itu, untuk ‘memaksa’ kita berbahasa inggris dengan baik, berinteraksi dengan orang asing yang tidak paham bahasa Indonesia atau memahaminya secara terbatas adalah keharusan. Dengan demikian, kita akan dipaksa untuk berbahasa inggris dengan lebih baik lagi. Banyak cara untuk berinteraksi dengan mereka. Cara-caranya adalah dengan mengambil beasiswa ke LN, bekerja di perusahaan multinasional, bekerja di kedutaan asing atau menjadi ekspatriat yang bekerja di luar negeri. Perusahaan multinasional di Indonesia sudah banyak, dan mereka memperkerjakan ekpatriat dari LN. Inilah kesempatan baik untuk berbahasa Inggris dengan mereka. Penutur bahasa Inggris biasanya akan maklum dengan kemampuan bahasa kita. Jika mereka mendeteksi, bahwa kemampuan berbahasa kita belum sempurna, mereka akan berbicara dengan pelan.

Langsunglah berbicara, tidak usah terlalu banyak berpikir

Mayoritas guru bahasa Inggris bisa jadi akan protes dengan poin ini. Namun dari pengalaman pribadi, terlalu banyak berpikir mengenai tata bahasa, justru akan membuat kita tidak berbicara sama sekali. Dalam percakapan dengan orang asing, sering kali lawan bicara kita berbicara sangat cepat, terutama kalau berbicara dengan orang Inggris atau Amerika. Jika sudah begini, kita tidak mungkin punya waktu untuk memikirkan, apakah kalimat ini menggunakan ‘present tense’, ‘future tense’ ataupun ‘past tense’. Alhasil, yang bisa dilakukan adalah, beranilah berbicara. Jika kita teliti, bahkan pada orang Inggris dan Amerika yang paling terpelajar sekalipun, bisa jadi kita temukan kesalahan pada tata bahasa mereka. Memang, untuk bisa berbicara dengan sangat cepat, kita harus menguasai tata bahasa dahulu. Namun di tingkat percakapan yang sangat cepat, memformulasikan tata bahasa seperti di TOEFL atau IELTS sudah tidak berguna sama sekali. Semua konsep tata bahasa sudah harus dikuasai di alam bawah sadar kita. Supaya bisa cepat mencapai tingkat ini, poin sebelumnya mengenai interaksi dengan bangsa asing akan membantu. Sembari memperbaiki tata bahasa kita dengan persiapan TOEFL atau IELTS, secara paralel akan sangat baik juga kalau kita sering berinteraksi dengan orang asing. Penguasaan tata bahasa, akan sangat berguna kalau kita menulis jurnal, buku, presentasi ilmiah, atau laporan ilmiah. Kalau dalam percakapan cepat, hal itu sudah harus dikuasai secara spontan.

Demikian kiranya, sedikit tips-tips untuk menjiwai Bahasa Inggris. Jika rekan-rekan sekalian memiliki tips-tips lain, silahkan berikan komentar terhadap artikel ini. Saya terbuka akan segala masukan yang membangun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar